Tuatara (genus Sphenodon) adalah reptilia endemik Selandia Baru yang menyerupai kadal.
Keistimewaan yang dimiliki tuatara adalah pola yang menyerupai mata di bagian atas tengkorak kepalanya, tepatnya di kelenjar pinealnya. Susunan dari organ ini mirip mata, dan diduga merupakan evolusi dari bagian mata. Fungsi alat indra yang disebut “mata ketiga” tersebut adalah untuk mengukur dan mengatur intensitas cahaya yang diperlukan oleh tuatara untuk berjemur atau beraktivitas.
Selama abad ke-19 dan awal abad ke-20, banyak Tuatara yang dimangsa oleh sejumlah besar tikus pasifik yang menjangkiti daratan Selandia Baru. Akibatnya, jumlah mereka menurun drastis, Kini mereka hanya ditemukan di 32 pulau lepas pantai yang bebas dari tikus. Diperkirakan ada antara 60.000 dan 80.000 yang bertahan di pulau-pulau ini dan sekarang status mereka aman.

